Rabu, 06 Maret 2013

Tergelitik Oleh Program Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar

Setelah sukses dengan Program Pengajar Muda, Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar pimpinan Prof Anies Baswedan Ph.D kembali meluncurkan program Kelas Inspirasi.Kelas Inspirasi memfasilitasi  para profesional dari beragam bidang pekerjaan untuk mengajar,berbagi ilmu yang dimilikinya ,  memberi inspirasi dan menumbuhkan mimpi dari profesi yang digeluti saat ini dihadapan  peserta didik langsung dalam  kelas pada beberapa Sekolah Dasar.

Pada tahun ini, sebanyak 599 relawan pengajar dari kalangan pekerja profesional telah terpilih dari 1.158 pekerja profesional yang mendaftar.Kelas inspirasi telah diselenggarakan di 58 SD negeri di Jakarta pada tahun lalu.Rencananya tahun ini ,program Kelas Inspirasi akan menyasar 5 kota lainnya, yakni  Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Pekanbaru yang tersebar di 122 SD. 

Anies Baswedan  menjelaskan bahwa masa depan Indonesia berada di ruang-ruang kelas  Apa yang terpancar pada wajah-wajah anak Indonesia adalah pancaran masa depan Indonesia yang berupaya selalu lebih baik. Salah satunya adalah melalui pendidikan.

"Kita semua ini adalah produk pendidikan. Pendidikanlah yang membuat kita jadi seperti ini dan terbuka berbagai kesempatan. Jadi, mari melakukan sesuatu dengan kembali ke tempat kita dulu dididik," jelas Anies.

Program kelas Inspirasi bukanlah hal baru di sekolah - sekolah luar negeri.,mungkin hanya istilahnya saja  yang berbeda dan lingkup gerakannya lebih kecil. Program ini difasilitasi oleh  PTA ( Parent Teacher Association), semacam komite sekolah-nya di Indonesia, dengan meminta orang tua peserta didik secara terjadwal dan bergiliran  hadir pada akhir pekan  , bercerita dan mengajarkan tentang profesi yang digeluti  dihadapan pesert didik di sekolah anak-anak  mereka

Membaca program Kelas Inspirasi ini, kita pun jadi tergelitik. Bukankah sebenarnya pada lingkup yang lebih kecil ,orang tua ataupun saudara peserta didik di SDN Sukadamai 3  memiliki  beragam profesi yang juga layak dihadirkan di depan kelas, bercerita dan berbagi tentang profesi mereka kepada para serta didik di SDN Sukadamai 3 Bogor.

Komite sekolah dengan berkoordinasi dengan sekolah bisa merintis program kelas inspirasi dalam lingkup sekolah,dengan tahapan sebagai berikut:
  • Pertama, komite sekolah membentuk semacam panitia kecil yang terdiri dari unsur pengurus komite, orang tua, dan guru.
  • Tim kecil merancang pemodelam program kelas inspirasi , profesi yang mau dihadirkan,teknis pelaksanaan, penjadwalan ,dan target program .
  • Tim melakukan sosialisasi dan penjaringan relawan,berupa tawaran ataupun permohonan kepada orang tua, atau saudara peserta didik  yang mewakili beberapa profesi terpilih.
  • Tim melakukan verifikasi data ,kesediaan diri, dan menyeleksi calon relawan
  • Tim melakukan pembekalan singkat kepada relawan kelas inspirasi.
  • Action, kelas inspirasi pun bisa langsung jalan. 
  • Program dievaluasi dan diperbaiki sambil jalan, sehingga terbentuk  format yang lebih baik dan pas
baca selengkapnya »»  

Senin, 04 Maret 2013

Blog Komite SDN Sukadamai 3 Telah Hadir Lebih Profesional

Sebuah organisasi, sekecil apapun skop dan kiprahnya, tak bisa menjauhkan diri dari kemajuan teknologi informasi, terutama internet. Dengan saluran internet, lalu lintas informasi lebih mudah dan terbuka  luas tanpa batas. 
Semangat itulah yang mendasari , komite sekolah SDN Sukadamai 3 Bogor memanfaatkan blogspot,blog gratisan sebagai salah satu media komunikasinya.Mungkin Blog yang dikreasi secara FREE dan dikelola(administrator) oleh wakil sekretaris komite ini masih belum seberapa sisi tampilan dan materi postingan, tapi komite sekolah berupaya blog ini terus diupdate

Meskipun dengan platform blogspot gratisan, tapi itu tidak mengurangi semangat administrator blog komite  untuk membuat blog ini lebih terlihat profesional. Tepat pada jam 12.00 tanggal 4 Maret 2013, blog komite SDN Sukadamai 3 Bogor yang sebelumnya tertulis : http://komitesdnsukadamai3.blogspot.com sudah berubah menjadi :

Untuk mengubah , mengcustomisasi blog komite menjadi seperti alamat sekarang hanya mengeluarkan uang sewa domain Rp 95.000 / tahun dari dari salah satu hoting di Surabaya.Artinya, untuk memiliki blog layaknya tampilan website ,organiasi atau pun lembaga sekolah misalnya tidak perlu mengeluarkan uang banyak.
baca selengkapnya »»  

Jumat, 01 Maret 2013

Penyerahan Santunan Kepada Peserta Didik Yatim SDN Sukadamai 3 Bogor

Takdir !, Kita tak tahu apa yang bakal terjadi hari esok atau lusa.Begitupun dalam hal mati dan hidupnya manusia.Hari ini kita boleh merasa nyaman dengan kemapanan karir dan usaha,  dicukupkan rezeki dan dapat berkumpul bersama dengan semua anggota keluarga.Tapi siapa sangka, besok salah satu dari anggota keluarga kita , atau malah orang tua kita selaku tulang punggung ekonomi keluarga  meninggal dunia.Semua berubah seketika, termasuk dalam hal kesinambungan sumber nafkah keluarga dan kelangsungan pendidikan anak-anak.

Tapi hidup tetap terus dijalani, cita-cita tetap perlu diretas dan diperjuangkan.Peserta didik yatim yang ditinggal almarhum orang tuanya masih memiliki keluarga besar di sekolah yang juga ikut peduli dan mendukung kelancaran pendidikan mereka

Dengan semangat itulah, maka SDN Sukadamai 3 Bogor konsisten memberikan santunan kepada peserta didik yatim yang terdata di SDN Sukdamai 3 .Program santunan peserta didik yatim di SDN Sukadamai 3 sudah berlangsung lebih 10 tahun .

Santunan bulanan ini biasanya dibagikan langsung oleh salah satu guru agama  ,ibu  Badriah kepada peserta didik yatim ke kelas-kelas.Berhubung dalam 2 minggu belakangan, ada 2 orang pesert didik SDN Sukadamai 3 yang orang tuanya baru wafat , maka sekolah dan komite sekolah melakukan seremonial singkat  penyerahan  santunan berupa uang kepada 13 peserta didik yatim SDN Sukadamai 3 sesaat usai kegiatan shalat dhuha berjamah pada hari Jumat, 1 Maret 2013.

Dana santunan kepada pesert didik yatim SDN Sukadamai 3  berasal dari partisipasi mutu pendidikan  orang tua kelas 1-5 (eks.RSBI ).Atas pertimbangan itulah kepala sekolah juga minta salah satu pengurus komite sekolah, ibu Michelle Angsari  selaku bendahara komite ikut membagikan santunan pada acara pagi itu.

Terima kasih kepada orang tua donatur dan keluarga besar SDN Sukadamai 3 sehingga program sosial ini tetap eksis di SDN Sukadamai 3 sampai saat ini.Semoga segala bentuk kepedulian sosial kita mendapat pahala yang tak terhingga dari Yang Maha Kuasa.Kita berikan dukungan dan doa kepada peserta didik yatim SDN Sukadamai untuk tetap semangat dan berjuang mewujudkan cita-citanya.





baca selengkapnya »»  

Selasa, 26 Februari 2013

Serah Terima Bantuan Bencana Dari Keluarga SDN Sukadamai 3 Melalui Yayasan Mitigasi Bencana Indonesia (YMBI)

Berdasarkan surat permohonan penggalangan bantuan bencana alam  yang diajukan Yayasan Mitigasi Bencana Alam Indonesia (YMBI) kepada sekolah, maka sekolah yang dikoordinir oleh pak Eko Budiyanto bersama dengan komite sekolah  menindaklanjutinya dengan mengedarkan surat permohonan bantuan untuk bencana tersebut kepada semua orang tua murid SDN Sukadamai 3 sejak seminggu yang lalu.Syukurlah, surat edaran permohonan untuk  program Sekolah Peduli Bencana YMBI tersebut  mendapat sambutan baik dari orang tua murid. Bentuk sumbangan yang diberikan orang tua adalah uang tunai, pakaian bekas, makanan , obat-obatan, dll
Semua  sumbangan orangtua dan keluarga besar SDN Sukadamai 3 yang terkumpul telah diserahterimakan oleh kepala sekolah Drs, H.Pipip Rosida Ek.M.Pd dan koordinator sekolah pak Eko Budiyanto kepada perwakilan Yayasan Mitigasi Bencana Alam Indonesia (YMBI), H Agus Widodo di SDN Sukadamai 3 pada Selasa, 26 Februari 2012.Selanjutnya YMBI dengan program  nya akan menyalurkan bantuan ini kepada para korban bencana alam di  seputar Jawa Barat  dan daerah lainnya.Semoga para donatur diberikan rahmat dan bantuan yang diberikan berbuah pahala, amin.

Inilah rincian  sumbangan yang masuk dan telah diserahkan ke YMBI :

Jumlah Bahan Makanan:
  • Beras 65 Kg
  • Mie Instan, sereal(bubur bayi) 31 dus, 35 bungkus
  • Makanan kaleng,susu bayi,sarden,dll 19 kaleng
  • Minyak goreng,gula,outmeal,Energen, Ovaltine 11 bungkus + 1 kantong
Jumlah pakaian bekas layak pakai :
  • Seragam sekolah 3 karung
  • Baju layak pakai 2 karung
Jumlah obat-obatan
  • Kayu putih,balsem 31 buah
  • Bedak bayi, salisilk talk 65 buah /botol
  • Sabun anti kuman,cairan anti septic 40 buah
  • Obat-obatan : Sanmol,Hufalsin  2 botol
dan lain-lain :
  • Pembalut wanita 186 piece
  • Pempers bayu 104 piece
Uang Rp 15.838.000 ( Lima Belas Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Delapan Rupian ) telah disetorkan ke rekening  Yayasan Mitigasi Bencana Indonesia ( YMBI) Bank BJB KCP Ciwastra Bandung, Nomor rekening : 0024903443100



baca selengkapnya »»  

Sabtu, 23 Februari 2013

Orang Tua Damai Menjalani Transisi Pasca RSBI, Kenapa Prof Rhenald Kasali, Ph.D Masih Galau ?

Di era keterbukaan informasi dan demokrasi sekarang wajar saja sebuah kebijakan dan keputusan menuai pro kontra di tengah masyarakat,termasuk sejak keluarnya putusanMK yang membatalkan pasal 50 ayat (3) tentang RSBI dalam UU Sisdiknas pada tanggal 8 Januari 2013 .

Meskipun sekolah eks RSBI dan orang tua murid sudah cerdas menyikapi ,  mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan transisi pasca RSBI, dan rasanya tema putusan MK tersebut pun sudah  basi untuk dipolemikan, tapi ada saja pribadi , termasuk orang pintar sekaliber Prof Rhenald Kasali Ph.D yang masih galau dan sepertinya tak setuju program RSBI dihentikan .

Dua hari setelah keluarnya putusan MK, tak kurang 3 kolom pada hari yang berbeda ,Rhenald Kasali  menyentil tentang pembatalan program RSBI.Lucunya kolomnya tersebut bukan mengkhususkan pada tema kebijakan pendidikan ,atau RSBI, tapi tema perubahan yang menjadi trade mark aksi yang diusung Rhenald  Kasali selama ini.
Berikut link dan sebagian kutipan tulisannya:


"Kelihatannya para pemikir yang emosional lebih memilih tinggal dalam dunia lama yang konvensional, bukan mengambil keputusan untuk mengupgrade diri. Lebih spesifik lagi, tutup saja yang internasional, bukan sebaliknya,upgrade yang kelas ekonomi ke kelas eksekutif dengan fasilitas internasional dan bebaskan biayanya. Kita seperti tengah memiliki kesenangan baru, yaitu senang mengutuk pembaruan karena muak dengan ketidakadilan.

Dengan kata lain, kita tengah menerapkan ilmu hansip dari pada belajar management strategic yang andal. Hasilnya, ibarat “membidik kaki, tetapi yang tertembak justru kepala”. Saya sendiri lebih senang membuat pemerintah sulit ketimbang membuat rakyat menderita. Pemerintah jangan dibuat bekerja mudah seperti membiarkan sistem pendidikan gratis dalam mutu yang biasa-biasa saja.Paksalah buat yang bermutu tetapi gratis untuk rakyat.

Buatlah pemerintah lebih sulit dengan memperbaiki mutu, jangan justru menghapus yang bermutu kendati tahapannya masih baru awal. Dan seperti pepatah mengatakan, “Every beginning is difficult.It may look poor and ugly,but you’ll improve it!” Ketika RSBI dihapuskan, tugas pemerintah jelas lebih gampang
".


"Banyak pendidik dan penegak hukum yang tak menyadari bahwa kemampuan berbahasa Inggris tak bisa dibentuk hanya oleh mata pelajaran bahasa Inggris yang hanya mengajarkan grammar. Mengajarkan grammar sama dengan membentuk atlet hanya melalui teori olahraga. Tahu banyak, tapi tak bisa menggunakannya. Bahkan dengan bahasa yang diajarkan secara intensif sekalipun, kemampuannya berbahasa asing yang diajarkan dalam bangsa yang tak berbahasa itu paling tinggi hanya mampu menyerap sekitar 40 persen. Namun, apakah secara otomatis sebuah program internasional mampu menjadi seperti yang dikehendaki? Jawabnya sederhana saja, tak ada perubahan yang bisa dibangun dalam satu malam seperti legenda Sangkuriang. Dunia riil dibangun dengan pergulatan dan perkelahian-perkelahian intelektual, dan pertarungan managerial, yang membutuhkan bimbingan,coaching, pengendalian dan disiplin. Bayangkan saja apa jadinya bila suatu bangsa melakukan transformasi tanpa disiplin, tanpa kerelaan berkorban. Apalagi bila kecemburuan tinggi, dan orang-orang yang merasa ahli hanya ingin menjadi substitusi, bukan komplemen dari sebuah kekuatan yang dibangun bersama. 

Saya tidak tahu bangsa ini mau bergerak ke arah mana membangun masa depan, selain mengajak para ahli hukum dan politisi (termasuk aktivis guru) lebih terbuka menatap masa depan. Hidup terus bergerak ke depan, dan anak-anak kita berhak mendapatkan standar yang lebih baik dari apa yang pernah kita dapatkan. Dan saya tak akan diam menerima kenyataan ini. Kita harus terus membuka ruang, baik bagi anak-anak di kota, maupun yang terpinggirkan. Semua berhak mendapatkan peningkatan"


Khusus pada tulisan terakhir yang berjudul FLIPdan VUCA di  kolom Analisa halaman pertama Koran Seputar Indonesia edisi 21 Februari 2012 ,ketua MM UI ,pakar perubahan Prof Rhenald Kasali, P.hD menulis bahwa generasi  mendatang berada dalam bayang-bayang situasi VUCA( Volatility, Uncertainty, Complexity,dan Ambiguit)

Agar kita dan generasi mendatang tidak kebingungan dan tetap bisa eksis dalam situasi VUCA tersebut ,(katanya)kita  perlu mempraktikkan  strategi  FLIP;
  • memfokuskan pikiran dan tindakannya pada sasaran yang berdaya hasil tinggi (Focus), 
  • mendengarkan (Listen) siapa yang harus didengar (yang penting-penting dan berdaya hasil tinggi),
  • membangun keterlibatan yang luas dengan menghapus tradisi feodalisme atau kebiasaan bekerja pada silo masing-masing (Involvement), dan 
  • menjalin percakapan penuh arti dengan stakeholder secara personal, bahkan massal (Personalize).
Tapi yang bikin kita terperangah, pada akhir tulisannya  Rhenald Kasali membuat sinyalemen bahwa PEMBUBARAN RSBI tidak  lepas dari kepentingan 'barisan orang yang sakit hati,memiliki pengalaman luka bathin, enggan berubah, ". Masa sih ..?.

Pak Rhenald menulis begini  :
"Saya juga memiliki banyak pengalaman pribadi dalam menerima umpan balik masyarakat dari tulisan-tulisan yang saya angkat. Sebuah organisasi guru yang sangat vokal, misalnya mati-matian menolak gagasan-gagasan saya tentang perubahan pendidikan. Anehnya saya menduga pandangan mereka benar karena mereka adalah kumpulan guru-guru. Mereka jugalah yang memberi umpan kepada Mahkamah Konstitusi untuk menghapuskan RSBI. Namun setelah saya dengarkan, dan pelajari ternyata mereka sebagian besar bukanlah guru.  Mereka hanya mewakili suara orang-orang iseng yang ingin eksis, ingin didengar, ingin terlihat pandai namun mempunyai goresan-goresan tajam luka batin yang tak jelas dari mana sumbernya. Mereka telah menjadi alat kaum “losers” yang takut kehilangan proyek-proyek buku atau pelatihan-pelatihan yang biasanya bisa didapat karena buruknya sistem pendidikan nasional. Tetapi demi impresi yang besar, orang-orang seperti itu dibiarkan menjadi "member" aktif dakam beberapa organisasi guru. Bayangkan apa jadinya bila pandangan oang-orang "sakit" diterima sebagai masukan penting oleh Mahkamah Konstitusi? Kalau para pengambil keputusan sudah genit ingin jadi presiden, maka bukan masa depan lagi yang akan dibangun, melainkan popularitas yang dapat dibaca dari "keras-tidaknya" aung-an kemarahan pada social media dan social TV.

Jadi berhati-hatilah dalam berselancar di atas papan selancar FLIP. Pilih mana yang harus difokuskan, bebaskan pemimpin dari kegenitan populis, pilih siapa yang harus didengar (dan perhatikan bahasa mereka), bangun keterlibatan yang sehat, serta jalin hubungan personal (customize). Bersiaplah memperbaharui kepemimpinan. Itulah FLIP untuk mengendalikan Volatilitas, Ketidakpastian, Kompleksitas dan Keragu-raguan."
baca selengkapnya »»  

Jumat, 22 Februari 2013

Ngintip Murid SDN Sukadamai 3 Bogor Shalat Dhuha Berjemaah

Benar, bahwa orang tua tidak patut menggantungkan begitu saja keberhasilan pendidikan anak-anaknya hanya kepada pendidikan formal di sekolah, karena pendidikan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat juga tak kalah penting dan membawa pengaruh besar.Tapi dengan pertimbangan sekian jam rutinitas harian anak-anak berlangsung di sekolah, maka sudah sepatutnya orang tua peduli dan perlu tahu , seperti apa kegiatan anak anak kita di sekolah. 

Pada kesempatan kali ini , coba kita intip apa yang dikerjakan para murid SDN Sukadamai 3 Bogor pada Jumat pagi jelang masuk kelas, khususnya yang muslim.Oo, ternyata sekolah punya program pembiasaan yang wajib dilaksanakan murid, shalat Dhuha berjamaah. 


baca selengkapnya »»  

Edaran Perdana Bulletin Komite SDN Sukadamai 3 Bogor

Selain melalui surat formal, Komite SDN Sukadamai 3 juga merintis kanal komunikasi melalui bulletin.Walaupun materinya terkesan ringan, hanya berupa selembar kertas warna yang kedua sisi halamannya dituliskan beberapa info penting tentang perkembangan terakhir kegiatan komite sekolah yang perlu diketahui orang tua murid, tapi  tetap perlu disajikan secara hati-hati, bijak , baik dari sisi bahasa dan substansi dari bulletin itu sendiri.Hal itersebut  dimaksudkan agar materi bulletin  tidak menimbulkan beragam tafsir ,tidak memancing polemik  pada kalangan  pembaca.

Untuk itulah menjelang diperbanyak dan diedarkan , maka sekretariat komite selaku redaksi bulletin wajib  melakukan koordinasi dan  crosc check materi bulletin dengan pengurus lain dan kepala sekolah .Alhasil setelah beberapa kali melalui revisi, dan banyak coretan ,akhirnya bulletin perdana Komite SDN Sukadamai 3 Bogor diedarkan kepada 18 kelas (504 murid eks RSBI) pada Jumat, 22 Februari 2013. Edisi perdana ini dibagikan  hanya kepada kelas 1 sampai 5 , karena bulletin edisi ini bertemakan info-info  tentang transisi RSBI di SDN Sukadamai 3.
Semoga bermanfaat dan mendapat umpan balik dari pembaca .

download file bulletin komite sdn sukadamai 3 edisi 22 Feb 2013

tampilan jadi : halaman pertama berisi hasil rapat ,dll
tampilan jadi :halaman belakang berisi suplemen
draf  awal halaman pertama yang penuh coretan dan berulang direvisi
draf suplemen halaman belakang


baca selengkapnya »»